Warung Ronde Angsle Titoni, Kuliner ‘Hangat’ Legendaris di Malang

Warung Ronde dan Angsle Titoni

Warung Ronde Angsle Titoni @ikaludiro

Kalau Malang sudah terasa dingin menusuuk, sudah saatnya berpikir untuk mencari makanan atau minuman yang hangat namun tidak sekadar hangat. Ini ada sebuah tempat kuliner di Malang yang cukup legendaris dan banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Namanya adalah Warung Ronde Angsle Titoni. Kalau kalian berada di Kota Malang, belum pas rasanya kalau belum mengunjungi Warung Ronde dan Angsle Titoni ini. Tempat ini sudah ada sejak tahun 1948. Hanya tiga tahun setelah Indonesia merdeka dari penjajah. Kurang legendaris apa coba?

Warung Ronde Angsle Titoni in i terletak di Jl. Zainal Arifin No. 17, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Letaknya cukup mudah ditemukan karena terletak di seberang mie Gloria serta masih tetap mempertahankan nuansa ‘jadul’ pada warungnya. Tempat ini tidak jauh dari alun-alun kota Malang. Hanya sekitar 600 m dari alun-alun, sehingga berjalan kaki saja sudah sampai.

Warung Ronde dan Angsle Titoni Legendaris Sejak 1948

Warung Ronde dan Angsle Titoni Legendaris Sejak 1948 @sugiyantosastrodirejo

Ketika masuk, Anda akan melihat deretan wadah yang berisi racikan dari minuman hangat ini. Terdapat berbagai menu yang disajikan yaitu ronde kering, ronde basah, ronde campur, angsle, kacang kuah serta ada juga roti goreng dan cakwe yang bisa disantap dan dipadukan dengan berbagai minuman tadi.

Ronde basah adalah wedang ronde berisi bulatan dari tepung ketan berisi kacang (seperti mochi) yang disiram dengan kuah jahe. Untuk ronde kering, bulatan-bulatan tepung ketan tersebut tidak disiram dengan kuah jahe melainkan disajikan dengan bubuk kacang.

Baca Juga : 7 Kafe unik di Malang ini, wajib kamu kunjungi biar gak Kudet

Tentu saja walaupun terdapat berbagai model penyajian ronde, rasa dari ronde Titoni ini sangat mantab dan cocok untuk menghangatkan tubuh. Kuah jahe yang hangat dan cukup pedas mulai dari tenggorokan hingga ke perut ditambah berbagai isian dengan rasa manis mampu membuat tubuh merasa hangat dan kembali bertenaga.

Jam Buka dan Harga Warung Ronde dan Angsle Titoni

Jam Buka dan Harga Warung Ronde dan Angsle Titoni @rororatiehdewanti

Sedangkan angsle, mungkin banyak yang tidak terlalu familiar dengan nama minuman ini. Angsle adalah minuman berkuah santan yang berisi roti tawar, mutiara dan kacang hijau rebus. Sekilas minuman ini mirip sekoteng. Perbedaannya terletak pada kuahnya. Kuah angsle adalah santan panas yang diberi pandan dengan tambahan sedikit vanili. Tidak ada jahe yang dimasukkan dalam kuah angsle, tidak seperti sekoteng. Kuah pandan panas yang gurih manis baru disiramkan sesudah semua isi dimasukkan dalam mangkok.

Kalau Anda mau ke Warung Ronde Angsle Titoni, tempat ini buka mulai pukul 16.00 sampai pukul 23.00. Pastikan Anda datang dengan keluarga karena akan sangat nikmat menyantap setiap menu di sini dengan canda bersama orang-orang terkasih.

Bagaimana untuk urusan harga? Tenang saja. Karena ini menu tradisional, tentu harganya gak bakal internasional. Anda hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp 9.000 untuk menu anglse dan ronde. Sedangkan harga camilan di Warung Ronde dan Angsle Titoni tercatat hanya Rp 3000. Cukup murah bukan? makanya buruan ke sini dan Anda tidak akan menyesal.

Sejarah Warung Ronde dan Angsle Titoni

Sejarah dan Lokasi Warung Ronde dan Angsle Titoni Malang

Sejarah dan Lokasi Warung Ronde dan Angsle Titoni Malang @nenekculinary

Tak ada salahnya utnuk mengetahui bagaimana sejarah dari Warung Ronde dan Angsle Titoni. Usaha ronde ini dimulai alm. Abdul Hadi dengan memikul keliling dagangannya dengan rute: Pasar Besar – Pecinan – Kudusan dan daerah Tolaram (sekarang Altara). Banyak pelanggan alm. Abdul Hadi yang menunggu-nunggu rondenya di kawasan Titoni oleh karena itu ronde ini akhirnya disebut Ronde Titoni, karena tempat berhenti alm. Abdul Hadi pun ada di depan toko jam Titoni.

Baca Juga : Rekomendasi Tempat Kuliner di Batu Malang

Hingga akhirnya pada tahun 1985 Ronde Titoni tidak lagi dipikul dan berhenti di kawasan Titoni, Ronde Titoni pindah ke warung di kawasan Kudusan, tepatnya di Jalan Zainal Arifin, warung yang ditempatinya hingga kini dan tak pernah lagi pindah ke tempat lainnya. Meski tempatnya berpindah bukan lagi di kawasan Titoni, yaitu menjadi di kawasan Kudusan, ronde ini tak mengubah namanya, karena nama Ronde Titoni lebih mudah dikenal dan legendaris.

Sejak 1985 juga Sugeng, penerus Ronde Titoni hingga saat ini meneruskan usaha ini. Dari kesembilan saudaranya, hanya dia lah yang tertarik meneruskan usaha ini. Pasalnya, sejak 1982, saat Sugeng masih di bangku SMP sering menemani bapaknya jualan setiap malam di kawasan Pasar Besar Malang. Sehingga tak susah bagi Sugeng untuk terus berusaha mempertahankan resep warisan bapaknya. Setiap proses membuat ronde, Sugeng selalu menggunaan takaran dengan standar yang sama sejak Ronde Titoni ada. Perbedaannya hanya dalam cara memasaknya, Sugeng tidak lagi menggunakan arang seperti bapaknya, namun telah menggunakan kompor gas agar lebih praktis.

Comments

Add Comment