Rio Haryanto dan Masyarakat Miskin

Rio Haryanto Pembalap F1 Manor

Rio Haryanto Pembalap F1 Manor – rioharyanto.com

Nih yang lagi rame juga beberapa hari belangkangan, yakni soal pembalap muda Indonesia, Rio Haryanto yang masuk di ajang balap bergengsi, Formula 1. Alasan jadi rame karena rencana pemerintah, dalam hal ini Kemenpora yang akan membantu dana sponsor sebesar Rp 200 miliar agar Rio bisa bersaing di arena Formula 1. Banyak warga Indonesia yang menyayangkan bantuan dana sebesar itu untuk seorang pembalap, namun tak sedikit juga yang memberikan dukungan. Bagaimana dengan Masbams? Hehe saya sendiri tentunya mendukung langkah pemerintah ini. Pasalnya, saat ini hanya Rio Haryanto yang mendapat peluang bagus ini. Bukan hanya Rio saja sebenarnya, tetapi pemerintah juga mendapat peluang, dalam hal money making, alias bisnis.

Masbams di artikel ini akan mengomentari, melalui sistem tanya jawab. Pertanyaannya tentunya yang sering dilontarkan masyarakat Indonesia yang menyayangkan sikap pemerintah yang memberikan dana Rp 200 miliar tersebut.

Q : Kenapa dana sebesar Rp 200 miliar itu tidak digunakan saja untuk kepentingan pendidikan, atau membantu rakyat kita yang masih miskin?
A : Setiap kementerian sudah ada anggarannya masing-masing, yang tentunya sudah dibahas matang-matang dan disetujui oleh DPR. Nah, dana yang dipakai untuk mensponsori Rio Haryanto ini, berasal dari anggaran Kemenpora. Salah satu penggunaan dana Kemenpora ini, ya untuk pengembangan atlit. Dalam hal ini Rio Haryanto merupakan atlit balap. Sementara, untuk Kemendikbud yang bertanggung jawab atas bidang pendidikan atau Kemenko PMK RI yang bertanggung jawab atas bidang kesejahteraan rakyat, sudah ada anggarannya sendiri. Dan perlu diketahui, kedua kementerian itu, mendapat anggaran jauh lebih banyak dari Kemenpora. Jadi kalau anggaran untuk Kemenpora digunakan untuk bidang Pendidikan atau Kesejahteraan, tentunya sangat salah sasaran. Sudah ada porsinya masing-masing

Q : Kenapa mesti Rio Haryanto? Sementara banyak atlit yang hidupnya kurang sejahtera?
A : Pemerintah sendiri, sudah memberikan reward sebetulnya untuk para atlit yang mampu mengharumkan nama bangsa. Contohnya, Taufik Hidayat, dapat rumah, mobil dan bonus rupiah tentunya. Kenapa Rio? Karena Rio satu-satunya pembalap saat ini yang mampu menembus ajang balap dunia sekelas Formula 1. Kiprahnya didunia balap juga tidak diragukan lagi, dengan banyak naik ke podium juara. Selain itu, disisi bisnis, ini juga kesempatan Indonesia dan BUMN, untuk mempromosikan diri di kelas dunia. Untuk hal ini, Rp 200 miliar adalah jumlah yang relatif wajar, dengan peluang profit yang bisa didapat nantinya. Anggap saja, sekelas Pertamina, dapat promosi di ajang Formula 1. Kemungkinan dapat deal bisnis 1 saja. Sejelek-jeleknya deal 1 bisnis itu, tidak mungkin hanya puluhan juta. Minyak ini bos, kemungkinan proyek yang bisa didapat mencapai triliunan. So, dari Rp 200 miliar, bisa dapat triliunan, untung apa rugi? Nah, bukan tidak mungkin, profit dari deal yang terjadi, bisa dialokasikan ke anggaran pendidikan atau kesejahteraan.

Q : Rp 200 Miliar, kalo Rio ga menang, sia-sia pastinya
A : Ya ndak juga, kembali dipikirkan untuk peluang bisnisnya di pertanyaan sebelumnya. Lagian, Rio statusnya masih debutan alias pendatang baru. Jangan berharap terlalu banyak, baru join F1 langsung juara? Jangan terlalu banyak mie instan donk, jadinya mau yang instan-instan aja.

Q : Rp 200 Miliar, buat nurutin hobi 1 orang aja? Mending buat infrastruktur olahraga biar banyak melahirkan atlit berbakat
A : Ya anggaran Kemenpora ga cuman Rp 200 M aja kan? Anggaran Kemenpora digunakan untuk pembangunan sarana olahraga, pembinaan atlit, dll. Nah Rio Haryanto ini, juga dimasukkan di anggaran pembinaan atlit. Lagian, pembangunan sarana olahraga tujuannya untuk apa sih? Menelurkan atlit berbakat kan… Lha ini Rio sudah bisa dikatakan atlit berbakat, ya tinggal di support aja. Kalau hasil atlit berbakat sudah ada, tinggal dilanjutkan ke step berikutnya. Kalau udah menghasilkan atlit berbakat, tetapi balik lagi mempermasalahkan pembangunan sarana olahraga, ya ndak maju-maju progressnya. Kalau berpikiran seperti ini, nanti kalau ada atlit berbakat lagi, ditentang, disuruh fokus infrastruktur, ya jalan ditempat jadinya.

Beberapa pertanyaan di atas, adalah yang paling sering dilontarkan masyarakat yang tidak mendukung rencana pemerintah itu. Untuk anggapan mubadzir atau peruntukan dana salah sasaran, sangat tidak setuju. Banyak sekali keuntungan yang bisa didapat dari segi bisnis jika mensponsori ajang Formula 1 ini.

Comments

Add Comment