Museum Ini Ajak Pengunjung Corat-Coret Lamborghini 4 Miliar. Duh Nggak Tega!

Lamboghini dicorat-coret

Photo: TripAdvisor.dk

Buat kamu yang suka menjaga kemulusan mobil, well berita ini mungkin terdengar sensitif di telinga. Bagaimana tidak, Lamborghini Gallardo yang menjadi impian setiap pria di luar sana, harus bernasib naas di museum ini.

Mobil yang dibanderol setidaknya Rp 4 miliar itu penuh dengan goresan. Kamu pasti bakal mengusap dada saat melihatnya. Jadi, pada September tahun lalu, sebuah museum Denmark mengundang pengunjung untuk mencorat-coret sebuah Lamborghini Gallardo berwarna hitam sebagai bagian dari pameran No Man Is an Island.

ARoS Aarhus Kunstmuseum membuka kesempatan itu selama tiga minggu. Dan semua orang diizinkan untuk meninggalkan goresan pada mobil sport asal Italia tersebut. Sayangnya, belum sampai tiga minggu, bagian luar mobil sudah terlihat sangat parah.

Lamboghini dicorat-coret

Photo: TripAdvisor.dk

Menyadari jika Lamborghini hitam itu akan berubah menjadi putih,  ARoS akhirnya mengumumkan bahwa karya seni itu sekarang sudah sempurna dan pengunjung tidak lagi diizinkan untuk mencorat-coretnya. Di samping itu, mereka juga ingin mempertahankan pesan yang telah tergores pada bagian luar mobil.

Meskipun pameran itu sebenarnya sudah berlangsung tujuh bulan lalu, Lamborghini itu tetap dipajang di ARoS Kunstmuseum sebagai karya seni. Rencananya, itu akan tinggal di sana setidaknya sampai September mendatang. Setelah itu, mobil tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya, seorang seniman asal Norwegia DOLK.

Hal pertama yang digoreskan pada Lamborghini itu adalah kata SKODA (merek mobil yang jauh lebih murah). Sementara itu, sebagian orang juga menulis salam, slogan dan bahkan surat cinta. Rencananya, semua pesan itu akan tetap dipertahankan pada mobil sebagai ekspresi karya seni.

Lamboghini dicorat-coret

Photo: TripAdvisor.dk

Para pecinta otomotif pasti merasa tidak tega untuk melakukannya. Namun, itulah karya seni. Ini bukan tentang tega atau tidak tega, karena sang seniman ingin menyampaikan pesan tertentu dalam karyanya. Pernille Taagaard Dinesen selaku kurator ARoS, mengatakan kepada BIL Magazine bahwa karya seni yang diberi judul  Low Key itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa “semua yang kamu lakukan, setiap tindakan, akan meninggalkan tanda di lingkungan tempat kamu tinggal. Tak satu pun dari kita yang tidak tersentuh, karena setiap tindakan kecil memiliki dampak pada keseluruhan.”

“Ini semua tentang menunjukkan bagaimana tindakan destruktif pada masing-masing individu akan meninggalkan jejak yang jelas dan berkontribusi pada masyarakat yang secara perlahan,” seperti dikutip dari situs Denmark, Stiften.

Lamboghini dicorat-coret

Photo: TripAdvisor.dk

DOLK dan pegawainya, Sjur Nedreaas, membeli Lamborghini Gallardo bekas itu dari Italia. Mereka membelinya khusus untuk mendukung proyek tersebut. Namun, mereka dan pihak museum ternyata tidak pernah membayangkan bahwa kerusakan yang terjadi pada mobil akan sebegitu parah. Misalnya, ada yang menggores jendela, padahal tindakan itu tidak diperbolehkan, dan ada pula yang melepas beberapa huruf dari nama Lamborghini. Sekarang hanya ada dua huruf yang tersisa.

Namun, sejumlah netizen justru tidak setuju dengan apa yang dilakukan ARoS Kunstmuseum. Menurut mereka, ARoS telah mendorong aksi vandalisme. Dinesen setuju bahwa hal itu mungkin, tapi dia menambahkan bahwa penting bagi sebuah karya seni untuk dapat memberi “makanan” bagi pikiran dan bahkan mengubah perilaku seseorang.

Comments

Add Comment